Nasib Nuklir Dunia di Ujung Tanduk: AS dan Rusia Negosiasi Intensif di Abu Dhabi
ABU DHABI – Dunia kini tengah menahan napas. Perjanjian New START, benteng terakhir pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia, secara resmi memasuki masa kritis kedaluwarsa pada Kamis (5/2/2026). Di tengah ketegangan global, laporan terbaru menyebutkan kedua negara sedang berupaya keras mencapai kesepakatan darurat di Abu Dhabi guna mencegah perlombaan senjata tanpa batas.
Laporan dari Axios mengungkapkan bahwa negosiator dari Washington dan Moskow sedang merampungkan kesepakatan “menit-menit terakhir”. Tujuannya adalah untuk tetap mengamati ketentuan New START dalam jangka waktu tambahan—diperkirakan sekitar enam bulan—meskipun masa berlaku formalnya telah habis.
Kesepakatan di Balik Pintu Tertutup Abu Dhabi
Hingga 24 jam terakhir, atmosfer di meja perundingan Abu Dhabi dilaporkan sangat dinamis. Meski dokumen formal belum ditandatangani, terdapat sinyal positif dari sisi militer. Komando Eropa militer AS menyatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk memulihkan dialog tingkat tinggi antarmiliter, sebuah langkah krusial untuk mencegah miskalkulasi yang bisa memicu perang nuklir.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menekankan bahwa Rusia tetap membuka pintu dialog. “Jika ada tanggapan yang konstruktif dari Washington, tentu kami akan melanjutkannya,” tegasnya.
Tantangan dari “Faktor China” dan Kebijakan Trump
Presiden AS Donald Trump kabarnya ingin membawa paradigma baru dalam pengendalian senjata dengan melibatkan China. Namun, Beijing hingga saat ini menolak mentah-mentah ajakan tersebut.
Sebagai perbandingan, China diperkirakan memiliki sekitar 600 hulu ledak nuklir, angka yang jauh di bawah stok simpanan AS dan Rusia yang masing-masing mencapai sekitar 4.000 hulu ledak. Ketimpangan ini menjadi alasan utama China merasa tidak perlu masuk dalam batasan trilateral yang diusulkan Trump.
Intisari Berita: Apa yang Perlu Anda Ketahui?
-
Status New START: Perjanjian yang membatasi hulu ledak nuklir strategis maksimal 1.550 unit ini berakhir pada 5 Februari 2026.
-
Opsi Perpanjangan: Karena perpanjangan resmi 5 tahun sudah digunakan di era Biden, perpanjangan saat ini memerlukan keputusan eksekutif sukarela (politik) untuk tetap patuh tanpa dokumen formal baru yang panjang.
-
Dialog Militer: AS dan Rusia sepakat memulai kembali komunikasi militer tingkat tinggi untuk meminimalisir risiko konflik langsung.
-
Peran Ukraina: Presiden Zelensky mengonfirmasi bahwa perundingan damai dengan Rusia (didukung AS) juga berjalan simultan di lokasi yang sama.
Topik Pembahasan Menarik (Analisis Mendalam)
-
Dunia Tanpa Batasan (Regulated vs Unregulated): Jika kesepakatan di Abu Dhabi gagal, untuk pertama kalinya sejak 1972, tidak akan ada batasan hukum pada dua gudang senjata nuklir terbesar di dunia. Apa dampaknya bagi stabilitas Asia dan Eropa?
-
Transparansi yang Hilang: New START mewajibkan inspeksi lapangan dan pertukaran data. Tanpa ini, kedua negara akan “buta” terhadap kekuatan lawan, yang berpotensi memicu ketakutan berlebih dan penambahan senjata besar-besaran.
-
Diplomasi Abu Dhabi: Mengapa Uni Emirat Arab menjadi pusat negosiasi nuklir dan perdamaian Ukraina? Hal ini menunjukkan pergeseran kekuatan diplomasi ke Timur Tengah sebagai mediator netral.
