Pemulihan Layanan Pasca-Banjir: BSI Genjot Akses Perbankan dan Kirim 37 Ton Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Intisari Berita (The Essential Summary)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) fokus pada pemulihan layanan perbankan di wilayah Aceh pasca-bencana hidrometeorologi. Hingga 2 Desember 2025, sekitar 72% (104 outlet) cabang BSI di Aceh sudah beroperasi secara bertahap, sementara pemulihan ATM mencapai 60%. Selain pemulihan infrastruktur fisik, Bank syariah juga mengoptimalkan layanan E-Channel seperti BYOND dan Agen Laku Pandai. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Bank syariahbersama BSI Maslahat telah menyalurkan total 37 ton bantuan logistik ke wilayah terdampak dan mendirikan posko kemanusiaan di beberapa titik strategis.
Strategi Pemulihan Layanan Perbankan di Aceh
Bank Syariah Indonesia (BSI), sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, segera mengambil tindakan cepat untuk memastikan akses perbankan bagi nasabah di regional Aceh tetap tersedia setelah diterjang bencana hidrometeorologi.
1. Pemulihan Kantor Cabang dan Digitalisasi
Corporate Secretary Bank syariah, Wisnu Sunandar, menyatakan bahwa pemulihan layanan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur pendukung seperti listrik, komunikasi, dan akses lokasi.
Per Selasa (2/12/2025), tingkat operasional layanan cabang Bank syariah di Aceh telah mencapai 72% atau setara dengan 104 outlet. Pemulihan ini mencakup wilayah utama seperti:
-
Banda Aceh (49 outlet)
-
Lhokseumawe (21 outlet)
-
Meulaboh (34 outlet)
Di samping pemulihan fisik, BSI mengoptimalkan layanan BSI E-Channel untuk memfasilitasi transaksi, termasuk aplikasi BYOND, BSI ATM, BSI Net Banking, serta jaringan Agen Laku Pandai BSI Agen.
“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat pemulihan layanan untuk memudahkan nasabah melakukan transaksi keuangan,” ujar Wisnu Sunandar, menyampaikan empati pada musibah yang menimpa masyarakat dan sebagian kantor cabang BSI.
2. Percepatan Operasional ATM
Upaya pemulihan juga menyasar mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Saat ini, sekitar 60% dari total ATM di Aceh telah kembali beroperasi. ATM yang belum dapat melayani transaksi mayoritas berlokasi di daerah terdampak parah, di mana akses masih sulit dijangkau dan infrastruktur pendukung (listrik dan komunikasi) masih minim.
Komitmen Sosial: Bantuan Logistik dan Posko Kemanusiaan
Komitmen BSI tidak hanya terbatas pada layanan perbankan, tetapi juga pada bantuan kemanusiaan. Bersama BSI Maslahat, Bank syariah telah mengirimkan total bantuan logistik sebesar 37 ton ke wilayah Aceh dan sekitarnya.
Rincian Bantuan Kemanusiaan:
-
Total Bantuan: 37 ton (gabungan tahap pertama, kedua, dan tahap ketiga seberat 10 ton)
-
Bentuk Bantuan: Makanan instan, sembako, perlengkapan bayi, selimut, obat-obatan, peralatan sekolah, dan alat komunikasi (starlink).
Pendirian Posko Bantuan:
Bank syariah juga mendirikan posko kemanusiaan di berbagai titik strategis untuk mempermudah distribusi dan koordinasi bantuan, di antaranya:
-
Bank syariah KCP Meureudu 2 (Pidie Jaya)
-
Bank syariah KC Simpang Empat Bireuen
-
Bank syariah Area Lhokseumawe
-
Bank syariah KCP Stabat Zainul Arifin (Langkat, Sumatera Utara)
Prospek
Langkah bank syariah ini menunjukkan pentingnya kesinambungan layanan perbankan syariah di tengah kondisi darurat, sekaligus menjalankan peran sosial (tanggung jawab social finance) melalui penyaluran bantuan masif. Pemulihan layanan secara bertahap ini diharapkan mampu mendukung percepatan pemulihan ekonomi lokal dan memfasilitasi kebutuhan transaksi nasabah di daerah terdampak.
